12 April, 2008

Tumbuhkan Jiwa Kepedulian dari Kampus, Gelar Donor Darah.

Sebagian besar mahasiswa ada yang berangapan bahwa ikut kegiatan kemahasiswaan hanya buang-buang waktu dan bisa memperlambat untuk lulus (Wisuda).“Lebih baik datang kekampus, dengarin omongan dosen habis itu pulang (kuliah pulang, kuliah pulang = Kupu–kupu deh)“.
 
Hal diatas tidak berlaku bagi mahasiswa yang telah menancapkan pisau belati organisasi di hati, dan mengasah jiwa kepedulian melalui kegiatan mahasiswa. Ada mahasiswa “Aktifis“ yang berkata “Jangan berikan kami senjata dan uang, tetapi berilah kami buku dan pena“.

sepadat apapun waktu perkuliahan dan seletih apapun kami tetap menjalankan program kerja ini, karena dengan berkumpul dan merencanakan kegiatan lalu kegiatan sosial itu terlaksana. Itu merupakan suatu kepuasan tersendiri, karena dengan kegiatan dikampus seperti inilah salah satu cara mengasah-kepedulian dan mental untuk bisa terjun kemasyarakat setelah wisuda. Ketertinggalan pelajaran bisa disusul bila tidak ada kegiatan“. 
 
Hal ini disampaikan oleh beberapa orang mahasiswa pelaksana donor darah yang bertempat di kampus STIKES Bani Saleh ayang berlokasi di Jln Kartini kota Bekasi. Kegiatan ini merupakan program kerja rutin dari Divisi PENGMASY Senat Mahasiswa STIKES Bani Saleh ujar Ismail Yunus. Ketua SEMA yang baru dilantik untuk periode 2008/2009 ini menjelaskan, ini salah satu pengwujudkan dari Tridarma Perguruan Tinggi pada butir pengabdian kepada masyarakat. 

Kegiatan yang bekerjasama dengan PMI cabang Karawang ini dari pengamatan alamamater, seperti biasa mendapat respon dari pendonor yang datang dari Yayasan Bani Saleh, mahasiswa STMIK Bani Saleh, mahasiswa STIKES dan masyarakat sekitarnya. Salah seorang reporter Almamater pun ikut antri untuk mendonorkan darahnya disela-sela tugas yang dikejar deadline berita. Ketua pelaksana, Prima Setiawan yang ditemui Almamater menyebutkan bahwa kegiatan ini begitu mempunyai kepuasan tersendiri karena 120 orang pendonor bersedia untuk memberikan darah nya untuk mereka yang membutuhkan. (Budi.s. D/ almamater Edisi mei )

Perpustakaan Itu Gudang Ilmu

Perpustakaan merupakan sarana yang sangat penting dalam proses belajar dan mengajar. Untuk sebagian besar mahasiswa, perpustakaan merupakan salah satu tempat yang biasa dikunjungi saat menunggu kehadiran dosen yang telat dan tempat untuk mencari bahan kuliah bila mendapat tugas, bisa juga merupakan tempat untuk diskusi, membaca buku, majalah dan koran, yang pasti jangan ribut bisa-bisa dilemparin pakai alat tulis terus dipelototin oleh mahasiswa lain.

Denda 2500 Rupiah Perhari bila terlambat mengembalikan buku
 
Tempat ini jadi dewi fortuna bagi mahasiswa yang mengerjakan Tugas Akhir (TA) dan Skripsi, selain untuk menambah bahan materi kuliah juga sarana untuk melihat contoh TA atau Skripsi yang pernah dibuat oleh mahasiswa senior mereka yang telah lulus. Hal ini dipaparkan oleh Khaerul seorang mahasiswa semester akhir pada program studi Sistem Informasi yang ditemui almamater pada (12/4) di perpustakaan. 
Dia berpendapat bahwa perpustakaan kampus merupakan sarana yang penting, disana kita bisa datang membaca buku, majalah atau yang lainnya dan bisa juga menambah bahan mata kuliah, selain cari di internet. Pria yang saat ini telah bekerja pada salah satu perusahaan swasta ini menyarankan agar koleksi judul bukunya diperbanyak. Walaupun bagi dia pribadi bila hanya untuk membaca buku tidak hanya di perpustakaan kampus karena ditempat kerja juga ada, tapi koleksi disana tidak sebanyak dikampus dan koleksi bukunya juga khusus, pungkasnya.
Hal yang diungkapkan oleh Khaerul telah jadi perhatian bagi Ibu.Hj.Elis Komariah., S.Ag, Kepala Perpustakaan yang saat ini di beri wewenang untuk mengelola gudang ilmu ini, dalam memberikan pelayanan peminjaman buku dibantu oleh 5 orang petugas. Saat ditemui almamater di sela-sela kesibukannya pada (12/04), ibu dosen ini menjelaskan bahwa, sampai sekarang perpustakaan ini telah memiliki 10.051 judul buku untuk program studi, 675 judul buku umum, 3767 Judul TA dan 219 judul Skripsi dari masing-masing program studi. Perpustakaan yang terletak di kampus B ini telah berlanganan dengan enam media umum harian atau bulanan. Untuk periode 2007/2008 telah memiliki 1102 orang anggota dari mahasiswa aktif, 27 orang dari staf dan 55 orang anggota dari dosen.
Pada saat ditanya almamater persyaratan untuk menjadi anggota perpustakaan beliau menjawab cukup dengan mengisi formulir, 2 lembar pas photo, 1 lembar fotocopy KTM dan membayar uang administrasi Rp 2.000 untuk laminating kartu anggota, prosedur ini berlaku bagi semua anggota.
Karena keterbatasan koleksi buku yang dimiliki sementara ini, anggota perpustakaan hanya diperbolehkan meminjam 2 Judul buku untuk 6 hari, bagi pemimjam yang terlambat mengembalikan buku dikenakan denda Rp 2500 (dulunya Rp 500) perbuku untuk 1 hari. tujuan denda sebesar itu agar peminjam termotivasi untuk disiplin dan segera mengembalikan, karena bisa saja buku itu ditunggu oleh yang lain. Uang denda dari anggota selama ini dikelola dan dipergunakan untuk menambah koleksi buku. 
Ibu dosen agama ini menganjurkan kepada pihak yang terkait untuk membantu mahasiswa mencari bahan pelajaran atau pun tugas, dosen-dosen diminta lebih bisa berkerjasama memberikan Referensi judul buku yang digunakan untuk mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa. Buat mahasiswa dia berharap agar bisa memanfaatkan buku di perpustakaan untuk menumbuhkan minat baca dan menambah wawasan atau pengetahuan. Apabila mahasiswa malas keperpustakaan untuk membaca buku maka mahasiswa itu telah rugi karena perpustakaan itu gudang ilmu. (Budi s Darma /Fatah)

11 April, 2008

UNAS, SPMB Vs UMPT

Saat ini pelajar SMA/SMK sederajat terus giat belajar untuk menghadapi ujian nasional yang akan digelar 22- 24 April 2008. waktu belajar seragam abu-abu ini semakin di tinggi jika ingin lulus, mengingat standar nilai kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini Mekdiknas minimal 5,25 untuk Enam mata pelajaran bagi SMA/MA dan Tiga mata pelajaran bagi SMK/SMALB, khusus untuk siswa SMK nilai pelajaran kompetisi keahlian minimal 7,0 yang digunakan untuk menghitung nilai rata-rata UNAS SMK tersebut.

Keputusan yang ditetapkan lembaga tertinggi pendidikan ini dengan alasan untuk meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini mengundang reaksi dari Stakeholder pendidikan begitu juga dengan abu-abuer, mereka pun mengelar demontrasi agar keputusan itu di gagalkan dengan alasan bahwa mata pelajaran yang diujikan terlalu banyak dan standar nilai kelulusan minimal begitu menyulitkan bagi mereka.

Reaksi yang mereka lakukan ini tentu saja menjadi gambaran bahwa keputusan penguasa negeri ini kebanyakan tidak bisa diterima oleh masyarakat khususnya dibidang pendidikan. Biasanya yang mengelar demontrasi itu mahasiswa atau Pekerja yang kesejahteraannya tidak pernah dipenuhi. bila sekarang pelajar SMA yang demontrasi karena begitu banyak beban yang ditempuh untuk selembar ijazah mungkin berikutnya SMP dan Sekolah Dasar.

Sementara pelajar SMA sederajat terus meningkatkan konsentrasi belajar untuk menghadapi ujian nasional agar bisa lulus dan memdapat ijazah yang sendiri mereka tidak tahu mau dibawa kemana, Kuliah atau mencari kerja. Mau kuliah PTN harus hadapi ujian masuk dan dana yang tidak sedikit, mau kerja lowongan tidak ada.

Disisi lain, lembaga pendidikan yang lebih tinggi “PTN dan PTS” telah mempersiapkan diri untuk menguji atau menyeleksi mereka bila para lulusan abu-abuer ini mau melanjutkan pendidikan di kampus mereka.

Ironisnya lembaga- lembaga pendidikan yang nota bene sebagai jenjang terakhir pendidikan ini, baru- baru ini juga meributkan sistem penerimaan mahasiswa baru yang lebih dikenal dengan SPMB akhirnya pecah kongsi, 41 PTN membuat keputusan mendirikan UMPT Nasional yang digelar di ITS pada bulan Maret yang lalu. Alasan mereka keluar dari kongsi yang selama ini salah satunya dalam pengelolaan keuangan yang tidak sesuai dengan perundang-undangan, yakni tidak memasukan uang pungutan kekas negara sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sementara sistem yang dipakai dalam menerima calon MABA tidak ada perbedaan.

Bila PTN SPMB mempersiapkan diri untuk melaksanakan seleksi calon MABA yang akan digelar 2-3 Juli dan UMPT pada 25-26 Juni mendatang. Beberapa PTS tentu saja mencemaskan bila kedua nya dilaksanakan, bisa saja kuota calon MABA yang masuk ke PTS lebih sedikit karena bila calon MABA tidak Lulus di UMPT tentu saja ikut SPMB dulu baru ke PTS.

Bila saja saya masih SMA tentu saja hal ini pasti membingungkan campur menguntungkan serta bangga jadi pelajar yang diperebutkan untuk bisnis pendidikan PTN dan PTS. Namun rasa hiba pun mengalir karena sementara pelajar sibuk belajar buat syarat lulus Ujian nasional, bila luluspun dan mempunyai niat untuk mengapai cita-cita mulia belum tahu melanjutkan kuliah dengan jurusan apa dan di Perguruan Tinggi mana, takutnya salah Jurusan sebab sementara ini sosialisasi tentang program-program yang diselengarakan di PT terlalu minim walaupun ada hanya bersifat promosi yang tampilkan di media elektronik maupun cetak, spanduk dan ataupun dalam Pameran pendidikan dengan menyebarkan brosur yang biasa saja bukan jati diri lembaga itu yang sesungguhnya. Jadi kudu hati-hati takut salah jurusan, cita-citapun melayang ke awan.

Budi S. Darma

07 April, 2008

Kala Cinta datang Menggoda

Jatuh cinta berjuta rasanya “ begitu syair lagu ciptaan titik puspa, album terakhir dewa , cintailah cinta pun terjual diatas sejua copy. Dan entah berapa banyak lagi lagu, kata, ungkapan, syair, puisi yang berbau cinta begitu mengharu biru dunia ini.


Hmm… perasaan jatuh cinta emang sukar dijelaskan dan ditebak, karena penuh dengan gejolak. Semua saran dan nasehat ditolak, bahkan nalarpun bisa terdepak oleh Perasaan mabuk kepayang yang bikin rasa melayang layang. Itulah dasyatnya cinta.

Apakah karena itu kita tak boleh mencintai? Upps… tentu saja boleh, karena cinta adalah pemberian allah swt. Mencintai dan dicintai adalah karunia sekaligus panggilan hidup kita. Tak pernah merasakan jatuh cinta berarti bukan manusia , cinta merupakan ruh kehidupan dan pilar kelestarian manusia.

Islam mengakui fenomena cinta yang tersembunyi dalam jiwa manusia, namun bukan dalam komoditas rendah dan murah artinya , tingkatan mencintai sesuatu itu ada batasnya. Jika cinta itu malah membawanya kepada perbuatan melanggar, nah,,,,,,this is not good.

Cinta itu katanya jelmaan perasaan jiwa dan gejolak hati seseorang ! lalu gimana dong? kalau cinta itu datang, menghampiri, dan mengoda diluar pernikahan? puyeng deh ! Padahal cinta itu timbul dari sononya, muncul dari segi zat atau bentuknya secara manusiawi wajar untuk dicintai. Normal, jika memandang sesuatu yang indah, kita akan mengatakan, bahwa itu memang indah.

Kecintaan, kasih sayang dan ketertarikan terhadap sesuatu yang indah bukanlah hal yang tercela dan tak perlu dibuang. Namun, cinta yang melewati batas ketertarikan dan kecintaan, maka ia akan menguasai akal dan membelokan kepada hal yang tidak sesuai dengan hikmah sesungguhnya.

Waduh gimana dong? lagi jatuh cinta nih, problem….problem, mana masih kuliah, penghasilan belum tetap. wah cinta kok ‘ngaa’ pergertian…sih. yee emang cinta masalahmu saja.

Teman – teman, Nabi Yusuf A.S pernah jatuh cinta kepada seorang wanita yang telah menjadi istri seseorang. Romantika kisahnya diceritakan Q.S Yusuf dengan tuntas, awal proses konflik hingga endingnya romantika cinta beliau penuh sarat pelajaran buat kita semua, bagaimana kala cinta itu datang mengoda, pelajarannya adalah ;

Setiap orang memiliki rasa ketertarikan dengan lawan jenisnya, perasaan ini manusiawi, fitrah sekaligus anugerah. Gejolak nya harus diatur, kalau tidak kita kan terperosok kejurang kenistaan, karena diperbudak nafsu. Kalau kita jatuh cinta pada lawan jenis dan mengharapkan terbalaskan cintanya, maka saat itu ada sebagian akal dan logika yang hilang dan sekian banyak pertimbangan akal sehat yang tak jalan.

Dulu, waktu mengejar ngejar, wah….. dimana- mana hanya terpampang wajah kekasih seseorang, tidur ngak nyenyak, makanpun tak enak. Tapi begitu sudah dapat, lalu masuk kerumah tangga, gejolak itu berganti dengan rutinitas dan bosan. Itulah sifat duniawi karena itu bila mencintai seseorang. cintailah sewajarnya, siapa tau ntar dirimu benci padanya begitu juga sebaliknya, kalau benci yang wajar saja, siapa tau malah love.

Tidak semua yang kita inginkan harus terpenuhi, kalau tidak mau dibilang egois, tidak semua cita- cita harus terkabul dan tidak semua gejolak harus dituruti. Dunia ini banyak pilihan, kalau “nga dapat yang satu pilihan lain masih banyak, siapa tahu malah lebih baik, makanya buka mata lebar- lebar. masak sih… cuma dia saja didunia ini memang yang lain kemana ?

Tidak semua yang kita anggap baik itu baik, dan tidak semua yang kita anggap indah itu indah, no body ferfect. Segala sesuatu pasti ada cacat dan celanya. Saat jatuh cinta sih, wuii indah buanget, tiada cacat dan cela. Padahal bisa saja kan, cacat dan celanya lebih banyak dari pada indahnya.

Akhirnya, kalau sudah sampai pada pernikahan, ingat bahwa masalah pernikahan itu bukanlah siapa yang akan jadi pasangan kita, tapi bagaimana agar kita survive didalamnya, siapaun pasangan kita. Jatuh cinta karena allah karena kasih saying nya akan meluruhkan jiwa,

(Budi s. Darma)

Dokter yang Memimpin Rovolusioner Bolivia


Selama 30 tahun pemerintah Bolivia menyembunyikan keberadaan jenazahnya, untuk mencegah dimitoskan tokoh ini. Namun gagal, tanpa kuburanpun dia menjadi salah satu legenda populer dalam sejarah manusia. dengan segala pro-kontranya.


Gambarnya gampang sekali ditemukan, bahkan sampai kepelosok ranah antah-berantah. kalau tidak namanya, setidaknya mukanya. mungkin dia salah satu sosok yang paling dikenal di antero jagat, walaupun bisa jadi tak banyak yang betul- betul kenal dia.

Sosok yang memakai baret berhiasan bintang dengan pandangan tajam jauh kedepan, foto luar biasa karya Alberto Diaz Guitierrez ini tercatat sebagai foto yang paling banyak dicetak ulang. Banyak diolah kedalam berbagai bentuk tampilan visual lain, termasuk di kaos–kaos dan poster-poster. wajah brewok dengan seulas senyum dan cerutu dibibir atau dijepit dijari tangan merupakan gambar lain yang juga sangat dikenal.

Ernesto Guevara De Laserna, demikianlah nama aslinya, lahir 14 Juni 1928 dirosario Argentina. Sebetulnya ia seorang dokter. Namun perjalanan keliling 5 negara Amerika Latin ketika baru lulus Fakultas Kedokteran Universitas Buenos Aires mengubah segalanya. Dalam perjalanan yang dilakukan bersama sahabatnya Alberto Granado dengan mengunakan sepeda motor La Poderosa pada tahun 1952, ia banyak menemukan sejumlah gejala yang menguncangkan perasaan, yakni kemiskinan dan penderitaan rakyat tertindas. Dia pun sampai pada kesimpulan, bahwa hanya ada satu jalan untuk membebaskan rakyat miskin dan mengangkat martabat mereka. Yakni perjuangan bersenjata, jalan revolusioner.

Bukan kebetulan, dia bertemu dengan Fidel Castro di Meksiko. Che Guevara bergabung dalam gerilya untuk menjatuhkan diktator Flugencio Batista yang mendapat dukungan Amerika. Revolusi ini mencatat sukses Batista terguling tahun 1959, Castro jadi penguasa Kuba dan Che, kendati orang Argentina diangkat sebagai kepala Bank Sentral, lalu Menteri Perindustrian.
Pada tahun1965 che Guevara lenyap dan fidel castro mengumumkan bahwa dia telah mengundurkan diri dan meninggalkan kuba. Desas desus menyebutkan, peristiwa ini disebabkan muculnya ketidak cocokan antara kedua tokoh revolusioner ini. Guevara masuk Bolivia bersama 15 pengikutnya, untuk menciptakan revolusi merah di seantero Amerika Selatan.

Seorang pelayan restoran Elis di daerah Perado, pusat kota La Paz, tak pernah melupakan hari-hari 40 tahun lalu. Saat itu Max baru berumur 12 tahun, yatim piatu dan ditugaskan menjadi kasir. Che Guevara bersama beberapa pengikutnya sering datang ke restoran dengan menyamar dan menjadi pelanggan tetap. Seperti terlihat dari kliping- kliping koran yang ditempel di tembok–tembok restoran itu. Max mendapat julukan sebagai El Amigo de Che, alias karib Che.

Max belajar baca tulis dari Che, di berkata ”Che Guevara cita-cita dan ideologinya jelas. Dia ingin mengangkat derajat orang-orang miskin dan kaum tak mampu. agar bisa hidup tenang. Tapi sayangnya kita orang-orang Bolivia tak begitu menghiraukan cita-cita indah dia. tak heran bila sampai sekarang hidup kita miskin begini. Pemerintah tak berbuat apa-apa, bahkan terus menerus membohongi kita, dengan berbagai cara mengekspolitasi kita. Seandainya saja Che Guevara masih hidup, saya yakin perubahan di Bolivia sudah menjadi kenyataan.”

Harapan Max meleset dari kenyataan, karena pada waktu itu, Che tidak mendapat dukungan di Bolivia. Bahkan tidak dari partai komunis Bolivia, malah banyak elemen revolusioner yang mengkhianatinya. Akhirnya Che Guevara bersama gerilyawannya yang terbatas jumlahnya seakan terperangkap di hutan-hutan Bolivia dalam kelaparan dan persenjataan minim.
Felix Rodrigues agen CIA yang diterjunkan membantu tentara Bolivia dalam memburu Che Guevara bercerita tentang penangkapan Che “ pada 7 Oktober 1967 unit intelejen memproleh informasi dari petani mengenai suara dari sebuah kawasan yang tak berpenghuni. Setelah diberitahukan kepada perwira Bolivia maka dengan kekuatan 200 tentara, pada pagi 8 Oktober 1967 kami menyergap kaum gerilyawan ini dan berhasil menangkap Che Guevara dan kawan–kawan.

Tentara Bolivia dan CIA memang mendapat bantuan dari petani, karena pada waktu itu che Guevara belum berhasil menggalang kepercayaan petani yang ingin dia bela dan perjuangkan. Salah satu sebabnya karena Che Guevara orang asing; orang Argentina yang menggerakan revolusi Kuba.

Felix Rodriguez, agen CIA yang berperan besar dalam pemburuan Che Guevara menyebutkan:“Saat itu Che sudah menderita luka pada kaki kanannya dan ketika berhadapan dengan tentara yang menyergapnya, ia berseru “jangan tembak saya Che Guevara, saya lebih berharga bagi kalian dalam keadaan hidup ketimbang mati.

Felix juga mengambarkan pula bagaimana penampilan Che Guevara saat itu, waktu pertama kali saya melihatnya, dia dibalut pakaian compang-camping dan kelaparan. Pada hal gambaran saya tentang dia adalah tokoh yang mengunjungi Moskow, bertemu Mao Zedong di Cina sosok manusia arogan dengan pakaian gerilyanya dan sekarang dia lebih tampak sebagai seorang gembel.

Kesan felix ini tentu dipengaruhi kenyataan bahwa dia adalah agen CIA yang memburu dan memandang che sebagai musuh. Berbeda dengan cara pandang pengikutnya atau setidaknya pengagum Che Guevara.

Seperti Julia cortez, perempuan yang diperkirakan merupakan orang terkhir yang melihat che dalam keadaan hidup saat itu diluar para pemburunya.”Ya, dia mukanya berantakan dan kesehatannya sangat buruk. Pakaiannya sangat lusuh dan sangat kurus. Sakit hati saya melihatnya dalam keadaan begitu. Tapi tetap saja jelas bahwa dia adalah Che Guevara. Kharismanya tetap muncul dan matanya yang tetap tajam. Dia memang seorang yang ganteng. 
(Budi s Darma) / #berbagai sumber

Persma Harus Mampu Memberikan Pencerahan



Kunjungan ke Media Indonesia
MAI; Jakarta
DIDAKTIKA adalah Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), merupakan Unit kegiatan mahasiswa yang bergerak dibidang Jurnalistik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Dalam rangka pekan Jurnalistik DIDAKTIKA ke-23, LPM yang didirikan pada tahun 1969 ini menyelenggarakan Latihan Pendidikan Dasar Pers siswa dan mahasiswa (LDPS dan LDPM) Se-Jabodetabek dan Banten .
Wahyu, salah satu panitia yang secara terpisah ditemui Almamaterplus menyebutkan bahwa LDPS diselenggarakan (17- 20/ 03) di ikuti oleh 40 siswa dari 20 SMU dan SMK. Untuk materi jurnalistik yang diberikan mengambil segmen Audio-visual dan media cetak khusus remaja. panitia pelaksana sengaja mendatangkan pemateri-pemateri dari stasiun Televisi swasta, cerpenis dan penulis di media cetak remaja di Jakarta.

Secara keseluruhan kegiatan ini meliputi pelatihan jurnalistik, kunjungan redaksi dan pembuatan media cetak. Dengan tujuan setelah mendapat teori jurnalistik terus peserta melihat seperti apa kesibuan redaksi dimedia barulah peserta di tugaskan untuk membuat media cetak secara berkelompok sarana untuk peserta dari panitia, ujar wahyu
“Jadikan Persma sebagai media alternatif yang independen dalam mencari, menuliskan berita yang lagi berkembang dan menyampaikan kepada masyarakat”

Ajuran ini disampaikan Syafieq Alieha dalam materi sejarah pers Indonesia pada LDPM (24/03). sesuai dengan tema kegiatan ini ”Menulis, cambuk perubahan”. Materi jurnalistik bagi mahasiswa yang diikuti oleh 65 peserta dari 14 kampus yang berada di Jakarta, Bekasi dan Banten. 

Kegiatan ini tidak jauh berbeda dengan materi jurnalistik pada LDPS, tetapi dalam LDPM ini lebih menitik-beratkan agar peserta lebih untuk menulis. sehingga mahasiswa bisa menyampaikan ide, opini dan kritikan melalui media secara independen dan berani.
Melalui kegiatan yang sengaja mendatangkan pemateri jebolan aktifis persma tahun 1998 ini diharapkan mahasiswa baik secara individual maupun sebagai persma di kampus, mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh masyarakat secara transparan. Baik melalui media cetak maupun media internet (Blogger). setelah mendapatkan pelatihan diharapkan persma-persma kampus bisa mendirikan kantor berita yang kegiatan mahasiswa, opini, gagasan orisinil yang ditulis oleh persma, maupun mahasiswa yang bergerak dibidang jurnalistik se-Indonesia. Seluruh informasi bisa diakses oleh seluruh lapisan masyarakat indonesia.
(Budi s. Darma)