21 Juli, 2008

Kegiatan Kemahasiswaan Untuk Pemberdayaan Mahasiswa


Tujuan Pendidikan Tinggi Menurut PP No.60/1999: Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Penerimaan mahasiswa baru atau lebih dikenal dengan OSPEK, disadari atau tidak merupakan sebuah interaksi awal seorang mahasiswa baru dengan dunia perguruan Tinggi. Yang pasti kesan pertama ini akan mewarnai dunia kemahasiswaan yang bakal dijalani oleh mahasiswa. Prospek OSPEK adalah proses kaderisasi yang dibutuhkan oleh organisasi kemahasiswaan, keberadaannya masih ada yang mempertahankan dengan tingkat fleksibilitas terhadap perubahan jaman dan tidak terpasung dalam dengan tradisi semu yang menimbulkan korban.

Kebutuhan utama dari organisasi kemahasiswaan adalah regenerasi sebagai jaminan keberlangsungan organisasi dan merupakan agenda utama untuk mengisi ruang aktivitas organisasi tersebut. Karena organisasi kemahasiswaan merupakan organisasi yang mengalir seiring dengan waktu akademis keterbatasan waktu studi membuat pengurus yang terlibat didalamnya tidak dapat beraktifitas selamanya. Berbeda dengan organisasi politik dan masyarakat.

Hal ini lah yang membawa di salah satu perguruan tinggi swasta melakukan sebuah konsep Penerimaan Mahasiswa Baru dirubah. Konsep ini bukan sekedar orientasi, bukan menghambur-hamburkan uang tetapi memberikan sebuah pencerahan kepada mahasiswa baru untuk lebih mengetahui kegiatan kemahasiswan yang bisa menunjang minat dan bakat untuk masa yang akan datang selepas menyelesaikan studi.

Setia Budhi Wahono., SE.MM. PUKET III, Bidang kemahasiwaan didalam seminar kemahasiswaan beberapa yang lalu menyebutkan, Pendidikan yang baik tidak lagi berdasarkan atas pola belajar melainkan atas pola pembelajaran, yang perlu saat ini adalah pola pemberdayaan, mahasiswa di berikan kepercayaan dan kebebasan luas untuk mengembangkan dirinya didalam koridor nilai, norma, dan etika masyarakat. Pada masa yang akan datang, peran bidang kemahasiswaan hanya sebagai fasilitator daripada pendamping dengan demikian pendekatan pelayanan akan merupakan hal yang tepat.

Menurut Ketua PMB tahun 2008 ini, organisasi kemahasiswaan yang dewasa dan sehat dicirikan oleh dukungan anggota yang kuat oleh karena itu berlatih organisasi di Perguruan tinggi merupakan hal yang sangat penting
Menurut, Ir. Ahmad Ridwan, Z. Dosen dan pernah menjabat sebagai ketua PMB di STMIK Bani Saleh. Konsep yang dilaksanakan pada tahun lalu adalah mahasiswa baru diperkenalkan dengan seluruh civitas akademik dengan tujuan, inilah unsur-unsur yang akan melayani mahasiswa selama menjalankan studi. kegiatan utamanya Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) wajib melaksanakan seminar tentang komputer I.T untuk mendukung perkuliahan mahasiswa baru. HMJ bekerjasama dengan ketua Program studi masing-masing untuk ikut berpatisipasi dalam rangkain PMB tersebut.

Untuk unit kegiatan kemahasiswaan yang lain, lebih ke Prospek peminatan bakat dan kegemaran seperti: Pelatihan menulis, Fotografi, Musik, Teater, Mapala, Keagamaan, Olahraga, dan kepemimpinan yang dilaksanakan Senat Mahasiswa bersama Unit-unit kegiatan mahasiswa terkait.

Dia juga menyampaikan bahwa bila tujuan mahasiswa kuliah untuk cari kerja ataupun terjun kelingkungan masyarakat, maka mahasiswa itupun harus aktif organisasi kemahasiswaan karena zaman sekarang ini di segala bidang membutuh SDM yang handal. Team Work ( kerjasama), kemampuan atau skill, tanggung jawab sangat diperlukan untuk apapun didalam bermasyarakat. Karena untuk melakukan sesuatu hal yang kecil pun kita perlu berinteraksi. Pengasahan bakat dan minat dan relasi itu bisa didapat dari kegiatan kemahasiswaan. Kelak pada saat jadi alumni tinggal menikmati hasil pengalaman yang pernah dijalani sewaktu aktif di organisasi kemahasiswaan.

Hal positif juga diungkapan oleh ketua Yayasan STMIK Bani Saleh. Kegiatan mahasiswa merupakan hal yang positif, karena melalui kegiatan mahasiswa jiwa-jiwa kepedulian ditanamkan, menjalin kerjasama baik dengan sesama mahasiswa Instansi, Perusahaan maupun masyarakat. Selepas kuliah tidak canggung menghadapi lingkungan masyarakat.

Menyikapi permasalahan dalam dinamika mahasiswa yang sering terjadi seperti tawuran di kampus lain yang sering terlihat, Ibu yang menaungi 3 Perguruan Tinggi swasta ini berkomentar, itu bukan kesalahan mahasiswa, seharusnya kita sebagai orang tua memberikan contoh teladan, bila ada permasalahan sebaiknya diselesaikan dengan kekeluargaan. Mereka itu melihat contoh, jadi selain pendidikan umum ajarin juga mereka cara beretika, agama dan menghormati orang lain.
Kegiatan kemahasiswaan merupakan hal yang sangat penting, bahkan di beberapa Perguruan tinggi contoh nya STT Telkom Bandung, kegiatan kemahasiswaan dijadikan salah satu syarat untuk ikut Beasiswa dan Wisuda. yang dikenal dengan Tanskrip Aktifitas Kemahasiswaan (TAK).
Dimana mahasiswa diharuskan untuk memenuhi poin-point yang telah ditentukan dengan mengikuti kegiatan kemahasiswan baik dilingkungan kampus sendiri (Internal) maupun kegiatan yang bersifat Nasional. Dengan tujuan agar mahasiswa terlatih untuk bisa berinteraksi dengan beberapa kenyataan hidup di lingkungan masyarakat dan dengan sendiri nya mahasiswa itu siap memasuki gerbang cita-cita. Hal ini dipaparkan oleh pembantu rektor bidang kemahasiswaan Dr. Imam Prasodjo di dalam Rapat Pimpinan Perguruan Tinggi swasta Wil-IV di STIE Ekuitas Bandung beberapa waktu yang lalu.
(Budi.sd/Almamater)

Tidak ada komentar: