22 Juli, 2008

Minyak Jelantah, Alternatif Untuk Bahan Bakar Ramah Lingkungan *


Manusia tidak pernah lepas dari kebutuhan energi, salah satu energi yang dimaksud adalah energi bahan bakar BBM. sumber bahan bakar minyak bumi semakin berkurang dengan tingginya pertumbuhan pendududk dan semaking kurangnya deposit minyak bumi serta semakin meningkatnya pencemaran udara akibat polusi yang dikeluarkan dari sisa pembakaran bahan bakar minyak.

Bila masyarakat hanya menggantungkan kebutuhan energi BBM untuk kehidupan sehari-hari, seperti untuk bahan bakar pengerak tenaga motor dan transportasi, hingga dapat dipastikan sumber energi minyak yang berasal dari fosil ini akan habis untuk beberapa tahun mendatang.

Kebutuhan bahan bakar minyak merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dan akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi penduduk, berkembangnya industri baru dan teknologi otomotif., untuk itu perlu ditemukan bahan bakar alternatif baru, mengingat kebutuhannya terus meningkat. Salah satu alternatifnya dengan mengembangkan sumber energi yang berasal dari nabati yaitu biodiesel yang berasal dari limbah minyak penggorengan (jelantah).

Minyak jelantah merupakan limbah yang dapat dijadikan sumber bahan bakar nabati sebagai pengganti solar yang berasal dari bahan baku minyak sawit (crude palm oil/CPO).Limbah gorengan setelah dipakai berulang 3 hingga 4 kali pengorengan seharusnya dibuang, karena limbah ini mengandung asam lemak bebes/jenuh (ALB) sangat tinggi dan dapat menyebabkan Kolesterol, Hipertensi, Kanker dan penyumbatan peredaran darah bagi penggunanya, karena jenis formulasi ini tidak larut dalam air dan dapat mencemari lingkungan bila dibuang kedalam air dan tanah. Limbah pengorengan ini dapat diperoleh dari Restoran, Hotel-hotel, Catering dan rumah tangga dan lainnya pada saat ini belum optimal penggunaannya.

Bila diasumsikan konsumsi minyak goreng rumah tangga 0,7 liter per bulan dengan pemakaian 4 kali penggorengan akan menjadi limbah jelantah 40% atau setara dengan 0,28 liter/bulan, bila dibandingkan misalnya dengan jumlah penduduk Kota Bekasi tahun 2005 (Data Stastik Kota Bekasi Dalam Angka Tahu 2005) sebesar 1.914.316 jiwa, maka terdapat 536.008 liter minyak jelantah/bulan.
Limbah minyak goreng (weste of vegetable oil) memiliki potensi sebagai alternatif energi bahan bakar nabati yang ramah lingkungan dan mampu menuturkan 100% emisi gas buangan Sulfur dan CO2 serta CO sampai dengan 50%. Dan membuat biodiesel dari limbah penggorengan ini mampu mengurangi pencemaran air, tanah, dan udara. Sehingga mendukung program pemerintah tentang pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar yang ramah lingkungan, sesuai Inpres No.1 tahun 2006.

Manfaat dari Biodiesel ini antara lain :
Mengurangi pencemaran hidrokarbon yang tidak terbakar, karbon monoksida, sulfur dan hujan asam.
Bahan dasar nya adalah minyak goreng bekas/limbah penggorengan, dengan adanya pembuatan biodiesel ini dapat menggurangi beban lingkungan karena sampah/limbah.
Tidak menambah jumlah gas karbon dioksida, karena minyak berasal dari tumbuhan/nabati.
Energi yang dihasilkan mesin diesel lebih sempurna dibandingkan solar hingga yang menggunakan biodiesel tidak mengeluarkan asap hitam berupa karbon atau CO2, sedangkan mesin yang menggunakan solar mengeluarkan asap hitam. Biodiesel mengeluarkan aroma khas seperti minyak bekas menggoreng makanan.

Keunggulan Biodiesel dibanding bahan bakar solar, antara lain :
Mengurangi emisi karbon monoksida dan SO2
Bahan baku biodiesel tidak hanya dari lemak hewan atau dari tanaman jarak pagar yang sudah dikenal, tetapi juga dapat terbuat dari limbah penggorengan yang tidak sulit didapat Memungkinkan diproduksi dalam skala kecil menengah dan juga dapat membuka lapangan kerja baru.
Aman dalam penyimpanan dan transportasi karena tidak mengandung racun.
Tidak memerlukan teknologi tinggi dalam pembuatannya.
Limbah dari biodiesel ini merupakan Glyserin. Glyserin ini merupakan bahan dasar pembuatan sabun, sehingga ramah lingkungan dan mengurangi polusi. Limbahnya pun bisa menjadi berguna.

Mutu biodiesel yang bagus adalah yang berwarna bening dan tembus cahaya, dapat dicek melalui sifat keasamannya, yaitu dengan menggunakan kertas lakmus, biodiesel yang sudah siap digunakan memiliki pH netral yaitu pH 7.

Proses pembuatannya sangat sederhana hanya membutuhkan bahan baku yang berada disekitar kita, sehingga bisa dilakukan oleh kaum pelajar (siswa) untuk pengembangkan wawasan dan pengetahuan.

Berikut ini cara pembuatan biodiesel:
Alat dan Bahan:
Alat dan bahan yang digunakan dalam proses pmbentukan formulasi biodesel adalah sebagai berikut:
1.Blender ukuran 1L
2.Gelas ukur
3.Ember dan jirigen
4.Selang
5.Kompor gas
6.Minyak jelantah
7.KOH dalam bentuk padat (solid)
8.Methanol (CH3OH)

Cara Kerja :
1.Limbah Minyak goreng (jelantah) dipanaskan dalam wadah hingga temperatur 110 derajat Celcius, proses ini dinamakan proses pemanasan (Heating).
2.Sekalian dipanaskan, campurkan larutan KOH dan Menatol dan aduk
3.Selanjutnya minyak jelantah dituang kedalam wadah dan diamkan sehingga terjadi pemisahan 2 lapisan biodiesel dan gliserin.
4.Setelah terbentuk 2 lapisan, lapisan atas adalah biodiesel dan lapisan bawah adalah gliserin, buang lapisan bawah (gliserin).
5.Proses terakhir adalah pencucian (washing) dengan menambah 1/3 air kedalam wadah biodiesel dan diaduk.
6.Selanjutnya diamkan (settling) biodiesel yang telah dicampur oleh air, hingga terjadi 2 lapisan biodiesel dan air.
7.Kemudian buanglah lapisan air pada bagian bawah dengan menggunakan selang/ membuat keran dan lapisan atas yang tertinggal adalah biodiesel nabati yang jernih (yang sudah dicuci).

Kegunaan lain biodiesel adalah sebagai pengganti pelindung kayu termasuk interior rumah yang terbuat dari kayu. Sebagai pelumas dan pelaindung korosi pada peralatan rumah tangga, biodiesel tidak dapat menggantikan minyak tanah untuk keperluan kompor masak dan lampu minyak karena sifatnya yang tidak bisa merambat ke atas. Biodiesel juga berguna untuk membersihkan noda ‘crayon’ pada baju dengan lebih baik disbanding deterjen.

KESIMPULAN
1.Biodiesel merupakan salah satu alternative bahan bakar ramah lingkungan yang berbahan dasar minyak jelantah (limbah penggorengan)
2.Pelajar (siswa) dapat melakukan pembuatan bahan bakar biodiesel tersebut, karena alat dan bahannya sederhana dan berbahan minyak jelantah yang merupakan limbah rumah tangga yang dapat mencemarkan lingkungan.
3.Biodiesel dapat mengurangi pencemaran/ polusi pada lingkungan dan pengembangan alternatif biodiesel ini dapat memuka lapangan karja baru sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
(Budi Sd)*Disarikan dari makalah asli yang merupakan hasil penelitian dari :

Nama : Jesika Valentin Sebayang
Sekolah : SMAN 8 Kota Bekasi
Alamat Sekolah : Jl. Irigasi No 1 Rt 01/21 Pekayon Jaya.
Prestasi hasil Karya : Juara II Besar di LKS Se-Kota bekasi

2 komentar:

wirdhana mengatakan...

info yg bagus,.. semoga berguna buat bangsa ini..
(oiya numpang copy ya.. :))...

Anonim mengatakan...

Minyak
Angin
Aromatherapy
Mohon dukungannya yach....?!
Semangat..semangat>>>
Kenali dan Kunjungi Objek Wisata di Pandeglang
MINYAK ANGIN AROMATHERAPY